RonnyFebrianSaputra MI 1C

  • Home
  • Tutorial Pemograman Web
  • Jaringan Komputer

Cara Penggunaan Return Value pada Pemrograman Python.

 Ronny Febrian Saputra     Januari 01, 2019     No comments   

Cara Penggunaan Return Value pada Pemrograman Python




Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang Cara Penggunaan Return Value pada Pemrograman Python, Fungsi return value di dalam pembuatan sebuah function yaitu ketika kita akan membuat sebuah fungsi dan di dalam fungsi tersebut terdapat sebuah perhitungan seperti perkalian, pembagian, tambah, ataupun pengurangan kemudian hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan nilai balik.
Untuk penggunaan return value pada function kita dapat membuat beberapa contoh sederhana seperti dibawah ini :
def kuadrat(argument):
    total = argument**2
    print("nilai kuadrat dari ",argument, 'adalah',total)
hasil= kuadrat(3)
print(hasil)

pada script diatas jika kita jalankan maka akan terlihat hasilnya seperti dibawah


nilai kuadrat dari  3 adalah 9
None

hasil dari print(hasil) akan mendapatkan nilai none karena nilai yang terdapat didalam function tersebut tidak dapat keluarkan atau di jalankan, nah supaya nilai tersebut dapat di akses diluar function kita bisa menambahkan sebuah return pada function, nilai return tersebut bisa berupa number, list, string seperti dibawah ini :
def kuadrat(argument):
    total = argument**2
    print("nilai kuadrat dari ",argument, 'adalah',total)
    return total
hasil= kuadrat(3)
print(hasil)

maka hasilnya :
nilai kuadrat dari  3 adalah 9
9
Pada hasil dari script diatas dapat kita lihat bahwa hasil dari print(hasil) terdapat sebuah nilai dari proses
yang terdapat pada function kuadrat yaitu 9.
Berikutnya kita akan membuat sebuah contoh return value dengan menggunakan parameter atau argument yang terdapat pada function seperti dibawah ini :
Contoh 1 Menggunakan dua parameter.
def penjumlahan(parameter1, parameter2):
    total = parameter1 + parameter2
    print(parameter1, "+" ,parameter2, "=", total )
    return total
hasil = penjumlahan(4,6)
print(hasil) # hasil :
# 4 + 6 = 10
# 10

Contoh 2 Menggunakan dua fungsi berbeda.
def tambah(parameter1, parameter2):
    total = parameter1 + parameter2
    print(parameter1, "+" ,parameter2, "=", total )
    return total
def kali(parameter1, parameter2):
    total = parameter1 * parameter2
    print(parameter1, "x" ,parameter2, "=", total )
    return total
hasilTambah = tambah(2,3)
penjumlahan =  tambah(2,kali(3,6))
print(penjumlahan)
# hasil :
# 2 + 3 = 5
# 3 x 6 = 18
# 2 + 18 = 20
# 20

Contoh 3 Return Value Menggunakan Kondisi.
# kondisi 1
def jumlah(angka):
    nilai = angka
    if 80 <= nilai <= 100:
        print("nilai anda adalah A")
    elif 70 <= nilai < 80:
        print("nilai anda adalah B")
    elif 60 <= nilai < 70:
        print("nilai anda adalah C")
    elif 50 <= nilai < 60:
        print("nilai anda adalah D, Silahkan Mengulang kembali")
    else:
        print("anda GAGAL")
    return nilai
print(jumlah(80)) # hasil :
# nilai anda adalah A
# 80

# kondisi 2
def angka(nilai1, nilai2):
    total = nilai1 + nilai2
    if 50 >= total <= 100:
        print("benar")
    else:
        print("salah")
    return total
# hasil = angka(7,10)
# print(hasil)


oke teman-teman itulah pembahasan kita tentang  Cara Penggunaan Return Value pada Pemrograman Python.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Mengenal IF dan Else pada Python

 Ronny Febrian Saputra     Januari 01, 2019     No comments   

If and Else



Kali ini kita mengenal fungsi IF (percabangan) dalam Python. Sama halnya seperti bahasa pemograman lainnya, misalnya bahasa C atau PHP yang mempunyai fungsi if dan juga switch untuk melakukan percabangan.
Tidak seperti bahasa pemograman lainnya, Python hanya mengenal satu fungsi percabangan (kondisi) saja. Tidak ada switch atau case dalam python. Hanya fungsi if !!

Struktur if

Contoh sederhana struktuf if dalam Python dijalankan untuk memeriksa apakah kondisi ini adalah bernilai benar atau salah. Jika kondisi ini bernilai true, maka python akan menjalankan statemen didalam blok kondisi tersebut dan sebaliknya jika kondisi bernilai false maka statemen didalam blok tersebut tidak akan dijalankan. Contohnya seperti berikut :

x = 1
if x > 0:
print("Nilai %x adalah besar dari 0" % x )
# Nilai 1 adalah besar dari 0
Kondisi diatas adalah bernilai true / benar, dimana nilai x(1) lebih besar dari 0.  Mari kita coba ubah kondisinya seperti dibawah :


x = 1
if x > 2:

print("Nilai %x adalah besar dari 0" % x )

Jika kita jalankan kode diatas maka python tidak akan menampilkan output apapun, karena sudah
jelas bahwa kondisi diatas adalah bernilai false / salah.
Struktur if – else
Jika struktur if sebelumnya hanya menjalankan statemen didalam blok kondisi jika bernilai true, maka struktur if-else adalah membuat statemen untuk kondisi yang bernilai true dan false. Contoh :


x = 1
if x > 5:
print("Nilai %d adalah besar dari 5" % x )
else :
print("Nilai %d adalah kecil dari 5" % x)

# Nilai 1 adalah kecil dari 5

Sebaliknya, mari kita ubah nilai x menjadi 10 :


x = 10
if x > 5:
print("Nilai %d adalah besar dari 5" % x )
else :
print("Nilai %d adalah kecil dari 5" % x)
# Nilai 10 adalah besar dari 5


Maka Python menjalankan statemen yang terdapat dalam blok else: , yang berarti bahwa kondisi
tersebut bernilai false. Intinya struktur ini adalah jika kondisi bernilai true maka statemen didalam 
if akan dieksekusi dan jika bernilai false maka statemen yang dieksekusi adalah statemen didalam 
else.

Struktur Kondisi Berantai (Chained Conditionals)

Masalahnya bagaimana jika kita mempunyai banyak kondisi untuk dieksekusi dalam Python ? Dengan artian bahwa tidak hanya satu kondisi saja yang bernilai True bisa jadi dua kondisi atau berapapun kondisi yang bernilai true. Solusinya adalah Chained Conditionals atau Kondisi Berantai yaitu dengan menggunakan fungsi if, elif dan else. Strukturnya :


if (kondisi1) :
aksi
elif (kondisi2) :
aksi
elif (kondisi3) :
aksi
elif (kondisi4) :
aksi
else:

aksi

Logikanya adalah python akan memeriksa apakah kondisi1 bernilai true ? Jika tidak, apakah
kondisi2 bernilai true ? Jika tidak, apakah kondisi3 bernilai true ? dan seterusnya, dan jika tidak
ada kondisi yang bernilai true, maka python akan menjalankan statemen didalam blok else


x = 5
if x < 5:
print("Nilai %d adalah kecil dari 5" % x )
elif x == 5 :
print("Nilai %d adalah sama dengan 5" % x)
else :
print("Nilai %d adalah besar dari 5" % x)

# Nilai 5 adalah sama dengan 5

Nah, kode diatas menghasilkan output “Nilai 5 adalah sama dengan 5” dimana interpreter python
mengecek kondisi if dan ternyata kondisi tersebut bernilai false. Lalu interpreter mengecek kondisi
 elif dan ternyata kondisi tersebut bernilai true sehingga interpreter python mengeksekusi statemen
didalam elif. Karena telah ditemukan kondisi yang bernilai true, maka kondisi-kondisi selanjutnya
tidak akan dieksekusi oleh interpreter python.
Nah ternyata fungsi if (percabangan) cukup mudah. Pada dasarnya fungsi ini sama saja dengan bahasa pemograman lainnya, hanya penulisan kodenya saja yang berbeda ðŸ™‚

Incoming Terms

  • Contoh Program If Else Pada Python
  • Program Fungsi If Pada Python
  • Fungsi If Python
  • Penggunaan Else If Dalam Python
  • Contoh Program Python If Else
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Game Dengan Python and PyGame
    Game Dengan Python and PyGame   Pada blog kali ini saya akan membuat game ular-ular dengan menggunakan bahasa pemograman Python dan...
  • Pengertian Dual Boot Serta Kelebihan dan Kekurangan
    Pengertian Dual Boot Serta Kelebihan dan Kekurangan  Apa itu Dual Boot? Lalu apa saja kelebihan dan kekurangannya? Adakah manfaat...
  • Kelebihan Text Editor Atom
    1. Terhubung dengan project Github Kelebihan Text Editor Atom yang pertama, dengan menggunakan text editor Atom, kita bisa langsung ter...
  • Pengenalan Bahasa Pemograman Javascript
    Javascript Apa Itu Javascript? Javascript adalah bahasa pemograman yang awal nya di rancang untuk berjalan di atas Browser,sintax...
  • Belajar Java (Variabel dan Tipe Data)
    Macam-macam Tipe Data Berikut ini macam-macam tipe data pada Java: char : Tipe data karakter, contoh  Z int : angka atau bilangan bu...
  • Pengenalan Sistem Grid
    Sistem Grid Selamat datang di tutorial ke-2 Bootstrap. Pada tutorial kali ini, saya akan membahas sistem grid dan tata letak di Bo...
  • Hosting Domain
    Domain         Domain adalah Buat penamaan website supaya lebih mudah di cari oleh pengguna           Contoh Domain  ...
  • Laporan Praktek Jaringan Komputer
      Pemasangan Konektor RJ45 Pada Kabel UTP Cat 5e (Kabel Straight dan Kabel Cross Over) 1.        Tujuan Mahasiswa/Mahasiswi dapat membuat ka...
  • Sejarah Bahasa Pemograman Python
    Sejarah Bahasa Pemoggraman Python    Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan...
  • Routing
     Routing Konsep Routing      Konsep routing adalah suatu proses membuat jalur alamat jaringan satu dengan dengan alamat jaringan yang lain d...

Recent Posts

Unordered List

Pages

  • Beranda
  • Tutorial Pemograman Web

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2021 (15)
    • ▼  Juni (6)
      • Performansi Jaringan
      • Keamanan Jaringan
      • Mail Server
      • Web Server
      • Routing
      • Menghubungkan 2 Router, 2 Switch, 4 PC
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Desember (17)

Sample Text

Copyright © ronnyfebriansaputra | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates