RonnyFebrianSaputra MI 1C

  • Home
  • Tutorial Pemograman Web
  • Jaringan Komputer

Sejarah Bahasa Pemograman Python

 Ronny Febrian Saputra     Februari 07, 2019     No comments   

Sejarah Bahasa Pemoggraman Python



   Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.

   Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.

  Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.

   Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan Guido pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Python_%28bahasa_pemrograman%29 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kelebihan dan Kekurangan OpenSuse

 Ronny Febrian Saputra     Februari 03, 2019     No comments   

Kelebihan dan Kekurangan OpenSuse



Berbicara Linux tentu tidak ada habisnya, mengingat sistem operasi yang satu ini memiliki varian yang sangat banyak. Kita bisa memilih varian (baca : distro) Linux apa saja yang Kita inginkan. Mulai dari distro Linux sederhana sampai yang kompleks. Dari distro Linux yang hanya mendukung fitur sederhana pengetikan sampai distro yang sudah menyediakan paket aplikasi multimedia super lengkap seperti Ubuntu Studio. Pemilihan distro Linux tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan juga spesifikasi komputwr yang kita gunakan. Agar tidak salah dalam memilih. Disamping itu juga penting untuk membackup data sebelum memulai instalasi, karena pengubahan partisi harddisk merupakan hal krusial yang kalau tidak ditangani dengan Hati-hati, bisa merusak data didalamnya.
SuSE Linux merupakan satu dari sekian banyak distro (baca : varian) Linux yang sudah didistribusikan di seluruh belahan dunia. SuSE sendiri merupakan distro yang bersifat stabil dan ramah pengguna (user-friendly). Dan dia merupakan salah satu distro diantara distro Linux populer di Dunia. Dengan berbagai kelimpahan fitur dan dukungan dari Software Package manager yaitu YaST (Yet Another Setup Tool), mampu menjadikan sistem operasi Linux ini cukup tangguh untuk digunakan.
Linux SuSE merupakan Linux dari negara jerman, merupakan turunan Red Hat yang mana merupakan salah satu dari sekian distro Linux populer yang banyak digunakan di berbagai kalangan. SuSE sendiri merupakan kependekan dari Software und System-Entwicklung atau dalam bahasa inggris berarti Software and systems development. Mari kita simak tentang kelebihan dan kekurangan sistem operasi SuSE yang satu ini.
Kelebihan SuSE
  1. Bebas virus
    Aman terhadap gangguan virus sudah menjadi rahasia umum dari semua distribusi atau sistem operasi Linux. Dan SuSE juga diklaim merupakan sistem operasi yang tangguh dimana selain integritas pengaturan sistemnya yang lengkap, juga tentang keamanan dan kehandalan dalam mencover seluruh file sistem nya dari gangguan virus. Hal ini dimungkinkan karena basis kernel yang digunakan aman, ditambah juga dengan file sistem linux (EXT3/EXT4) yang dikenal cukup aman dari segi keamanan data.
  2. kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakanAplikasi yang disediakan oleh SuSE cukup banyak, bahkan saat distro Linux SuSE ini diinstal sudah banyak aplikasi default yang disediakan, mulai dari grafis, office, browser, dan sampai desktop manager package. Adapun untuk instalasi tambahan bisa menggunakan package berformat .rpm yang merupakan jenis paket instalasi software Red Hat. Beberapa aplikasi yang disediakan sebagai aplikasi di OpenSuSE antara lain : Firefox (untuk keperluan web browsing menjelajah internet), LibreOffice (aplikasi perkantoran untuk pembuatan naskah, pengolahan laporan berbasis angka),  Amarok (media player audio / video), Kaffeine, GIMP (aplikasi editing image), Kontact (manager kontak), dan K3B (aplikasi burning CD/DVD).
  3. Proses instalasi di SuSE tergolong mudah
    berkat adanya aplikasi manager package bernama YaST. YaST atau merupakan singkatan dari Yet another Setup Tool adalah tool bawaan SuSE yang berfunsi untuk mempermudah dalam proses instalasi suatu software di SuSE (OpenSuSE) karena aplikasi ini selain menginstal package yang ingin Kita pasang di SuSE kita, diajuga mampu mencari berbagai dependency yang dibutuhkan, karena perlu Kita ingat bahwa sistem operasi berbasis Linux menggunakan dependency untuk instalasi paket aplikasi third party nya.
  4. Pilihan desktop manager yang lengkap
    Untuk sebuah distro Linux dengan banyaknya pilihan aplikasi default atau bawaan yang terinstal saat distro linux SuSE ini diinstal, distro ini cukup lengkap dalam hal pilihan desktop manager. Ada beberapa varian desktop manager yang disediakan SuSE ini, yang paling populer yang ada di SuSE adalah KDE dan GNOME.
Kekurangan SuSE
  1. Proses instalasi sedikit rumitHal yang demikian terjadi karena basis distro Linux sendiri menggunakan sistem dependency untuk file paket instalasinya. Terkadang user pemula agak kesulitan untuk mengoperasikan YaST, meskipun tersedia YaST, tetapi semestinya sebagai seorang pengguna Linux yang ingin mengenal lebih dekat dengan distro SuSE sudah menjadi kebaikan jika Kita juga mempelajari dan memahami bagaimana cara menginstal paket instaler Linux secara manual, baik file berformat .rpm ataupun .tar.gz (native compilable format)
  2. Issue kompatibilitas pada beberapa HardwareBeberapa hardware juga dilaporkan memiliki kendala / issu driver saat dipasangkan denagn Linux SuSE ini, meskipun tidak berarti semua fungsi hardware tersebut tidak bisa digunakan. Untuk memastikan dukungan format hardware tersebut di SuSE, silahkan kunjungi websits resmi SuSE.
  3. Dukungan komunitas dan forum masih sedikitTidak seperti user Ubuntu, dukungan komuntas dan forum online distro SuSE sendiri belum sebanyak Ubuntu, hal itu terjadi karena masih belum banyaknya pengguna yang melirik distro SuSE ini sebagai alternatif bagi sistem operasi mereka. adapun sistem operasi lain seperti Ubuntu sudah memiliki pangsa pasar yang luas.
  4. Tidak adanya codec default untuk audioPada saat instalasi SuSE, defaultnya codec audio (bukan aplikasi audio) dalam hal ini .mp3, tidak terinstal sehingga Kita tidak bisa memutar mp3 di Linux SuSE ini meskipun sudah menginstal aplikasi mp3 -player di SuSE. Untuk itu diperlukan akses internet saat pertama menginstal SuSE di PC, agar bisa mendownload codec yg diperlukan saat instalasi Linux ini.
Demikianlah ulasan dari artikel kelebihan dan kekurangan SuSE. Semoga bisa memberi pengetahuan dan wawasan terhadap pembaca sekalian khusus nya para newbie dalam hal Linux agar mereka termotivasi untuk mempelajari Distro-distro Linux khusus SuSE ini. Distro linux memiliki jumlah yang sangat banyak, sehingga ada baiknya Kita mempelajari Kaidah-kaidah dasar sistem operasi Linux lebih dari sedekar mempelajari varian Linuxnya sendiri.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sejarah OpenSuse Linux

 Ronny Febrian Saputra     Februari 03, 2019     No comments   

Sejarah OpenSuse Linux



Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun 1990-an di mana Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh melalui internet. Pada saat itu pengguna yang memiliki koneksi internet masih sangat sedikit. Kemudian pada tanggal 2 September 1992, S.u.S.E GmbH didirikan di Jerman dan mulai menjual disket Linux. Pada tahun 1994, perusahaan ini mengeluarkan distribusi Linux pertamanya dalam bentuk CD yang bernama SuSE Linux 1.0. SuSE Linux 1.0 merupakan distribusi turunan Slackware dengan terjemahan Bahasa Jerman.
Untuk membangun distribusi Linux yang berdiri sendiri, SuSE menggunakan jurix sebagai dasar pengembangan. jurix merupakan distribusi Linux dikembangkan oleh Florian La Roche[5], kemudian dia bergabung dengan tim SuSE dan mulai mengambangkan YaST, alat untuk menginstal dan konfigurasi yang nantinya menjadi titik pusat distribusi SuSE.
Pada bulan Mei 1996, S.u.S.E GmbH merilis distribusi SuSE Linux yang berdiri sendiri dengan nomor versi 4.2. Versi kali ini untuk pertama kalinya menggunakan YaST sebagai alat instalasi dan konfigurasi sistem. SuSE Linux 4.2 didistribusikan ke dalam 3 buah CD dan disertai sebuah Live-Filesystem.
SuSE Linux 5.0 mulai mengadopsi format RPM dari Red Hat Linux, namun format TGZ masih didukung[6]. SuSE Linux menjadi distribusi Linux terbesar di Jerman. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan juga produk SuSE Business Linux yang memiliki dukungan pembaruan yang panjang dan beragam paket pelatihan. Konsep ini nantinya yang akan diterapkan pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES).
Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, kemudian di versi 6.1 mulai mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC mulai didukung pada versi 6.3. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).
Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[7] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[8] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.
Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).
Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun 1990-an di mana Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh melalui internet. Pada saat itu pengguna yang memiliki koneksi internet masih sangat sedikit. Kemudian pada tanggal 2 September 1992, S.u.S.E GmbH didirikan di Jerman dan mulai menjual disket Linux. Pada tahun 1994, perusahaan ini mengeluarkan distribusi Linux pertamanya dalam bentuk CD yang bernama SuSE Linux 1.0. SuSE Linux 1.0 merupakan distribusi turunan Slackware dengan terjemahan Bahasa Jerman.
Untuk membangun distribusi Linux yang berdiri sendiri, SuSE menggunakan jurix sebagai dasar pengembangan[4]. jurix merupakan distribusi Linux dikembangkan oleh Florian La Roche[5], kemudian dia bergabung dengan tim SuSE dan mulai mengambangkan YaST, alat untuk menginstal dan konfigurasi yang nantinya menjadi titik pusat distribusi SuSE.
Pada bulan Mei 1996, S.u.S.E GmbH merilis distribusi SuSE Linux yang berdiri sendiri dengan nomor versi 4.2. Versi kali ini untuk pertama kalinya menggunakan YaST sebagai alat instalasi dan konfigurasi sistem. SuSE Linux 4.2 didistribusikan ke dalam 3 buah CD dan disertai sebuah Live-Filesystem.
SuSE Linux 5.0 mulai mengadopsi format RPM dari Red Hat Linux, namun format TGZ masih didukung[6]. SuSE Linux menjadi distribusi Linux terbesar di Jerman. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan juga produk SuSE Business Linux yang memiliki dukungan pembaruan yang panjang dan beragam paket pelatihan. Konsep ini nantinya yang akan diterapkan pada SUSE Linux Enterprise Server (SLES).
Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, kemudian di versi 6.1 mulai mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC mulai didukung pada versi 6.3. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).
Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[7] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[8] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.
Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Pengertian RFID

 Ronny Febrian Saputra     Februari 03, 2019     No comments   

RFID



Pengertian RFID

RFID atau bisa disebut juga Radio Frequency Identification adalah sistem identifikasi berbasis wireless yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti barcode atau magnetic card. alat ini menggunakan sistem radiasi elektromagnetik untuk mengirimkan kode.

Prinsip Kerja RFID

RFID menggunakan sistem identifikasi dengan gelombang radio, karena itu minimal dibutuhkan dua buah perangkat agar alat ini dapat berfungsi, adapun perangkat yang dibutuhkan disebut TAG dan READER.
RFID TAG
Alat yang melekat pada objek yang akan diidentifikasi oleh RFID Reader. Terdapat 2 jenis RFID TAG yaitu perangkat pasif dan aktif. TAG pasif tanpa menggunakan baterai sedangkan TAG aktif  menggunakan baterai untuk dapat berfungsi. alat ini dapat berupa perangkat read-only yang berarti hanya dapat dibaca saja ataupun perangkat read-write yang berarti dapat dibaca dan ditulis ulang.
alat ini hanya berisi sebuah TAG yang unik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi informasi mengenai objek yang terhubung ke tag ini hanya terdapat pada sistem atau database yang terhubung pada RFID Reader.
RFID Reader
RFID Reader merupakan alat pembaca dari RFID TAG. Ada dua macam RIFD Reader yaitu Reader Pasif dan Reader Aktif.
Reader Pasif memiliki sistem pambaca pasif yang hanya dapat menerima sinyal radio dariTAG Aktif (yang dioperasikan dengan baterai). Jangkauan penerima alat ini dapat mencapai sampai dengan jarak 600 meter. Hal ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai sistem perlindungan dan pengawasan aset.
Reader Aktif memiliki sistem pembaca aktif yang dapat memancarkan sinyal interogatorke TAG dan menerima balasan autentikasi dari TAG. Sinyal interogator ini juga menginduksi TAG dan akhirnya menjadi sinyal DC sehingga dapat menjadi sumber daya TAG Pasif.

Penggunaan RFID

RFID kini banyak dipakai diberbagai bidang seperti perusahaan, supermarket, rumah sakit bahkan terakhir digunakan dimobil untuk identifikasi penggunaan BBM bersubsidi.
Alat ini banyak digunakan untuk keperluan identifikasi seperti saat belanja barang, identifikasi ID karyawan, identifikasi aset perusahaan dan masih banyak lagi identifikasi yang lainnya.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Python GUI Programming

 Ronny Febrian Saputra     Februari 01, 2019     No comments   

Pyhton GUI Programming (Tkinter)





Tkinter adalah pustaka GUI standar untuk Python. Python bila dikombinasikan dengan Tkinter menyediakan cara cepat dan mudah untuk membuat aplikasi GUI. Tkinter menyediakan antarmuka berorientasi objek yang kuat ke toolkit Tk GUI. Membuat aplikasi GUI menggunakan Tkinter adalah tugas yang mudah. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan langkah-langkah berikut - Impor modul Tkinter. Buat jendela utama aplikasi GUI. Tambahkan satu atau lebih widget yang disebutkan di atas ke aplikasi GUI. Masukkan loop acara utama untuk mengambil tindakan terhadap setiap acara yang dipicu oleh pengguna.

Contoh

#!/usr/bin/python

import tkinter
top = tkinter.Tk()
# Code to add widgets will go here...
top.mainloop()

TK Window

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Belajar Java (Variabel dan Tipe Data)
    Macam-macam Tipe Data Berikut ini macam-macam tipe data pada Java: char : Tipe data karakter, contoh  Z int : angka atau bilangan bu...
  • Game Dengan Python and PyGame
    Game Dengan Python and PyGame   Pada blog kali ini saya akan membuat game ular-ular dengan menggunakan bahasa pemograman Python dan...
  • Mengenal Bahasa Pemograman Python
    Python Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna. Tidak seperti bahasa lain yang susah untuk dibaca dan dipahami, p...
  • Belajar Membuat Navigation
    Navigation     Baiklah disini saya akan melanjutkan Tutorial sebelum nya, bagi yang melihat postingan sebelum nya, saya saranka...
  • Cara Mendownload Dan Menggunkan Framework Bootstrap Pada HTML
    Bootstrap      Bootstrap adalah sebuah library framework CSS yang dibuat khusus untuk bagian pengembangan front-end website. Boo...
  • Laporan Praktek Jaringan Komputer
      Pemasangan Konektor RJ45 Pada Kabel UTP Cat 5e (Kabel Straight dan Kabel Cross Over) 1.        Tujuan Mahasiswa/Mahasiswi dapat membuat ka...
  • Why Python...?
    Why Python...? Pertanyaan – pertanyaan tersebut sering menjadi pertanyaan yang muncul sebelum seseorang mempelajari Python. Berikut ad...
  • Pengertian Dual Boot Serta Kelebihan dan Kekurangan
    Pengertian Dual Boot Serta Kelebihan dan Kekurangan  Apa itu Dual Boot? Lalu apa saja kelebihan dan kekurangannya? Adakah manfaat...
  • Sejarah Bahasa Pemograman Python
    Sejarah Bahasa Pemoggraman Python    Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan...
  • Kelebihan Text Editor Atom
    1. Terhubung dengan project Github Kelebihan Text Editor Atom yang pertama, dengan menggunakan text editor Atom, kita bisa langsung ter...

Recent Posts

Unordered List

Pages

  • Beranda
  • Tutorial Pemograman Web

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2021 (15)
    • ▼  Juni (6)
      • Performansi Jaringan
      • Keamanan Jaringan
      • Mail Server
      • Web Server
      • Routing
      • Menghubungkan 2 Router, 2 Switch, 4 PC
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (23)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Desember (17)

Sample Text

Copyright © ronnyfebriansaputra | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates